Foto : Abdul Haris FY, SIP, MSI Ketua STIT dan Kepala SDIP Tunas Bangsa Hj. Elviera Zulfida, MPd Menyerahkan Bantuan diterima oleh Kepala Desa Jembangan
Banjarnegara, wartaindonesianews.co.id -- Rasa kepedulian yang tertanam di rekan-rekan Mahasiswa STIT, STIMIK dan SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara, maka pada hari Senin 18/12/2023 memberikan sumbangan berupa Sembako dan baju layak pake.
Bantuan di serahkan langsung oleh Letua STIT dan Kepala SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara dan diterima langsung oleh Kepala Desa Jembangan.
Abdul Haris FY, SIP, MSI Ketua STIT Tunas Bangsa menyampaikan kami hanya bisa mendoakan kepada korban bencana tanah longsor dan sekang masih belum aman untuk ditempati maka semua korban harus di ungsikan ketempat yang lebih aman.
Maka dari itu kami bersama mahasiswa STIT, STIMIK dan SDIP Tunas Bangsa terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban kepada korban tanah longsor.
Dan Alhamdulillah kami pada hari ini menyerahkan bantuan sembako dan pakean layak pake, dengan rincian:
1. Beras : 175 Kg
2. Gula Pasir : 182 Kg
3. Minyak Goreng : 220 Liter
Pakean Layak pake : +/- 150 Pcs.
Kami harapkan semoga bisa bermanfaat dan untuk sedikit meringankan beban mereka yang terkena musibah.
Pesan kami kepada warga masyarakat Desa Jembangan agar supaya selalu waspada dan berhati-hati jika turun hujan dengan intensitas tinggi.
Terakhir mohon dengan sangat bantuan ini mutlak dari STIT, STIMIK dan SDIP Tunas Bangsa, semoga tidak ada berita yang dipelintir karena saya jadi Caleg DPRD Kabupaten Banjarnegara, dari Fraksi PKB di Dapil empat.
Sekali lagi kami tegaskan bantuan ini mutlak dari STIT, STIMIK dan SDIP Tunas Bangsa, tidak ada tendensi lain," pungkasnya.
Diyono Kepala Desa Jembangan mengucapkan terimakasih kasih kepada STIT, STIMIK dan SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara yang sudah peduli kepada warga kami yang terkena musibah tanah bergerak dua pekan yang lalu.
Bantuan ini sangat membuat warga kami yang terkena musibah tanah longsor, dan bisa meringankan beban ekonomi yang sekarang lagi dihadapi karena tidak bisa bekerja, dikarenakan sedang membangun bedengan rumah singgah sementara.
Dan kami sampaikan juga bahwa yang terkena musibah itu sebanyak 14 KK dan yang empat KK ada yang ikut mertuanya ada yang ikut sodaranya.
Jadi sekarang tinggal 10 KK yang sedang kami bangunkan rumah singgah sementara, karena tidak mau direlokasi oleh pemerintah.
Warga ingin tetap tinggal ditempat semula, namun dari BPBD belum mengizinkan untuk ditempati lagi sebelum 6 bulan.
Maka kami dari Pemdes dan dinas-dinas terkait berusaha untuk membangun rumah singgah sementara.
Dan ini lokasi pembangunan rumah singgahnya sambil menunjukan lokasi bangunan yang lagi di bangun oleh TNI dan warga.
Pesan dari kami kepada warga masyarakat semoga selalu waspada jika terjadi hujan intensitas tinggi dan lebih dari dua jam, segera tinggalkan mengungsi ketempat yang lebih aman,"ucapnya.
Pewarta: Nur S
Posting Komentar