Modernisasi Produksi Abon Daging Melalui Pengabdian Masyarakat

 


Purwokerto, Banyumas, wartaindonesiannews.co.id -- Dosen STIKOM Yos, Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo dan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto Bersama Rumah Produksi BUNDAKU  Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso Purwokerto melalui program Pengabdian Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) pendampingan kepada kelompok Masyarakat Rumah Produksi BUNDAKU di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah untuk peningkatan kapasitas produksi abon daging melalui modernisasi produksi. 

Pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Vokasi untuk tahun pendanaan 2024 dengan judul “Peningkatan Kapasitas Produksi Abon Daging Kelompok Usaha BUNDAKU di Desa Karanggintung Banyumas Melalui Modernisasi Produksi, Diversifikasi Produk, Perbaikan Manajemen dan Digitalisasi Marketing”. 



Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan kolaborasi tiga orang dosen dari tiga Perguruan Tinggi yang berbeda. Sebagai ketua pelaksana program kegiatan PMP yaitu Ria Manurung, SE.,M.Si.,Ak.,CA., dosen STIKOM Yos Sudarso Purwokerto dan anggota pelaksana yaitu Sutarno, S.T, M.T., dosen Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo dan Dra Erminawati, M.Sc., Ph.D., dosen Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga orang mahasiswa STIKOM Yos Sudarso dengan konversi mata kuliah masing-masing mahasiswa sebanyak 6 SKS sebagai kegiatan MBKM. Mitra kegiatan pengabdian adalah Rumah Produksi BUNDAKU dengan ketua kelompok yaitu Anastasia Febriana Ida Wilasari. 

Abon adalah suatu jenis makanan kering hasil olahan daging atau ikan yang berbentuk serat yang disuwir-suwir halus. Abon yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas dan mempunyai daya awet yang relative lama, yaitu 15 hari pada suhu kamar. 



Abon merupakan suatu produk pengawetan, yaitu kombinasi antara perebusan dan penggorengan dengan menambahkan bumbu-bumbu. Abon dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan atau sebagai lauk-pauk. Abon merupakan salah satu jenis produk IMF (Intermediate Moisture Food). Produk pangan semi basah (Intermediate Moisture Food/IMF) memiliki Tingkat keawetan tertentu, karena mempunyai kadar air antara 10-40% dan aktivitas air antara 0,60-0,85. Pada keadaan ini tidak efektif untuk pertumbuhan bakteri karena bakteri tumbuh pada aw di atas 0,9. 

Proses produksi abon daging BUNDAKU dilakukan dengan cara yang sangat konvensional dan menghabiskan waktu satu setengah (1,5) hari untuk 5 kg daging ayam dengan jumlah tenaga kerja 5 orang. 



Proses produksi yang paling lama adalah pada saat penumbukan dan penyuwiran daging ayam sekitar 1 hari penuh untuk 5 orang tenaga kerja. Hal ini berdampak pada kapasitas produksi Abon dan omzet kelompok setiap bulannya. Daging Ayam 5 kg menghasilkan abon sekitar 2 kg 100 gr, kurang lebihnya jadi 42 toples, per toples 50 gram. 42 toples: 3 = 14 paket x Rp 50.000 maka total penjualan Rp.700.000,- per produksi. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 630.000 per produksi, sisanya sebesar Rp 70.000 untuk kas kelompok yang akan dibagikan kembali per 3 bulan sekali. Biaya terbesar untuk tenaga penyuwiran ayam sebesar Rp 200.000 untuk 5 orang selama 1 hari. Bidang pemasaran dan manajemen usaha juga belum tertata dengan rapi. Permasalahan tersebut berdampak terhadap kapasitas dan kualitas produksi abon daging pada Mitra BUNDAKU. 

Dampak selanjutnya adalah rendahnya kesejahteraan para anggota kelompok dan manajemen usaha yang belum tertata. Padahal usaha produk abon daging ini memiliki prospek ekonomi yang baik karena konsumennya luas dan memiliki harga yang relative terjangkau.

Tujuan kegiatan adalah memberikan solusi alternatif terhadap permasalahan di bidang produksi dan manajemen yang dihadapi oleh Mitra BUNDAKU agar dapat berkembang dan mampu bersaing dengan industri-industri besar makanan ringan lainnya serta ketersediaan tenaga kerja terampil yang berkesinambungan. 


Fokus Pengabdian ini yaitu menyediakan peralatan mesin untuk proses modernisasi produksi abon daging, melatih kelompok BUNDAKU dalam penggunaan mesin untuk proses modernisasi produksi, melatih kelompok untuk membuat jenis rasa abon baru sebagai diversifikasi produk yaitu rasa rendang dan menyediakan sarana untuk perbaikan manajemen usaha berupa penataan hasil produksi dengan menyediakan satu set etalase kaca dan digital marketing dan  brand online. 

Hasil kegiatan pengabdian yaitu meningkatnya kapasitas produksi abon daging BUNDAKU setelah menggunakan mesin suwir abon daging yang disediakan oleh Tim Pengabdi. 


Mesin suwir akan secara otomatis menumbuk dan menyuwir dalam waktu 15-20 menit per 5 kg daging ayam yang telah dikukus. Kapasitas hasil produksi abon BUNDAKU meningkat dengan sangat signifikan karena mesin secara otomatis dan cepat. Dampak dari adanya mesin suwir tersebut yaitu dapat menghemat biaya produksi dan efisiensi waktu. 



Kegiatan pengabdian juga mencakup dalam hal menciptakan inovasi jenis rasa abon baru sebagai diversifikasi produk dengan jenis rasa pedas dan rendang. Bidang pemasaran dengan melatih penggunaan digital marketing untuk memperluas wilayah pemasaran dan biaya yang lebih murah melalui market place Shopee, Istagram dan Tiktok. 


Hasil pengabdian ini juga dapat mendekatkan usaha Abon BUNDAKU kepada para konsumennya melalui promosi produk dan membuat komunikasi dua arah melalui pemasaran online, meningkatkan omzet penjualan Abon BUNDAKU dan meningkatkan higienitas Abon BUNDAKU bagi pelanggan. 

Pelaksanaan pengabdian ini dapat disimpulkan berhasil karena permasalahan Mitra Rumah Produksi BUNDAKU dapat diselesaikan melalui hibah skema PMP dari KEMDIKBUDRISTEK Dirjen Vokasi. Dana hibah diberikan dalam bentuk peralatan 1 unit mesin suwir daging dan 1 unit etalase kaca ukuran 1 meter x  1 meter. 

Pelatihan digital marketing juga dilakukan tim pengabdi kepada mitra BUNDAKU. Semoga Pengabdian para dosen ini dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan kepada Kelompok Usaha Rumah Produksi BUNDAKU dan semoga kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu cara dalam upaya menusantarakan makanan khas Indonesia yaitu abon dan dapat menjadi pangan eksport ke depannya. 


Purwokerto, 03 September 2024

Ria Manurung, SE., M.Si., Ak., CA


Pewarta : Nur s


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama